Jangan Samakan! Perhitungan Kebutuhan Organisasi dengan Linieritas Mengajar
"Kan linier dengan pelajaran informatika !"
Jangan samakan analisis kebutuhan guru dengan linieritas mengajar untuk cairnya TPG.
Hari ke 4 Desk Data GTK mendapatkan gambaran cara berfikir tim managemen di satuan pendidikan. Tidak semua salah. Hanya ada yang perlu diluruskan saja.
Salah satu sekolah, ada yang bersikeras kalau kebutuhan gurunya sudah cukup. Karena ditugaskan dengan mapel yang linier.
Aplikasi DibaGTK diperuntukkan untuk menghitung kebutuhan guru. Dengan mendata sistem penjadwalan guru yang diinput operator sekolah. Secara otomatis, guru yang sesuai dengan kualifikasi (SK atau Serdik) akan terbaca sistem sebagai guru eksisting dimapel yang diampu. Sebaliknya, guru yang mendapat tugas mengajar tidak sesuai dengan kualifikasi tidak akan dihitungkan sebagai pemenuhan kebutuhan guru.
Sehingga, DibaGTK jadi tahu. Butuh guru mapel apa ? Berapa jumlahnya ? Di sekolah mana?
Guru matematika bisa linier mengampu mapel informatika. Benar, sesuai Kepmendikdasmen No.449/P/2024 tentang linieritas mata pelajaran. Tujuannya untuk pencairan TPG (Tunjangan Profesi Guru)
Tapi, kebutuhan guru informatika, tidak bisa digantikan dengan guru matematika. Pelajaran matematika harus diampu oleh guru yang kompeten dibidang matematika. Pelajaran informatika harus diampu oleh guru yang kompeten dibidang informatika. Dibuktikan dengan kualifikasi S1 atau sertifikat pendidik.
Jadi, temen-temen.
Jangan samakan perhitungan kebutuhan organisasi di sekolah, dengan perhitungan linieritas mengajar untuk pencairan TPG.
Apakah ini menjawab pertanyaan Anda ?

